Langsung ke konten utama

Internal Audit ISO 14001:2004 Based on ISO 19011:2002

Salah satu cara untuk mengetahui apakah Sistem telah dilaksanakan secara efektif atau tidak adalah dengan melakukan Internal Audit. Top management dari setiap organisasi yang telah dengan segala upaya merancang, mempersiapkan dan melaksanakan Environmental Management System berdasarkan ISO 14001:2004 akan selalu bertanya tentang keefektifan dari pelaksanaan System tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah System telah dilaksanakan secara efektif atau tidak adalah dengan melakukan Internal Audit. Dimana hasil temuan dari Internal Audit akan digunakan sebagai acuan evaluasi serta masukan dalam Management Review yang dipersyaratkan oleh ISO 14001:2004

Metode dan pelaksanaan Internal Audit, siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasilnya akan didapat peserta, termasuk praktik langsung melakukan Audit Internal di Perusahaan.

MANFAAT TRAINING
  1. Memahami serta menguasai persyaratan ISO 14001:2004
  2. Memahami pentingnya Internal Audit
  3. Memahami dan dapat melaksanakan Internal Audit
  4. Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  5. Mampu menganalisa hasil Internal Audit
  6. Mampu menindak lanjuti hasil temuan Internal Audit

MATERI TRAINING
  1. Pendahuluan pemahaman ISO 14001:2004
  2. Review persyaratan of ISO 14001:2004
  3. Internal Audit ISO 14001
  4. Persiapan Audit
  5. Audit Closing, Reporting and Follow Up
  6. Audit Check List
  7. Audit Internal Simulation

Peserta yang perlu menghadiri Training
  • Internal Auditor dan Calon Internal Auditor ISO 14001, Manager dan staff departemen HSE, QA, HRD, Training & Development

Durasi :
  • 2 hari (14 jam efektif – 09.00-16:00)

Investasi:
  • Rp. 2.000.000/peserta

Jadwal Training:
  • 20 – 21 March 2013
  • 6 – 7 May 2013
  • 4 – 5 September 2013
  • 11 – 12 November 2013

Postingan populer dari blog ini

Training OHSAS 18001 Jakarta

OHSAS 18001 merupakan standar internasional yang mengatur tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Training OHSAS 18001 Jakarta menyediakan kerangka bagi efektivitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang - undangan yang diterapkan pada aktivitas-aktivitas pada setiap organisasi atau perusahaan dan mengenali adanya bahaya - bahaya yang mungkin timbul. Standar tersebut dapat diterapkan pada setiap organisasi yang memiliki kemauan untuk menghilangkan atau paling tidak meminimalkan risiko bagi para karyawan dan pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan langsung dengan risiko K3 yang menyertai segala aktivitas yang ada. Training OHSAS 18001 di Indonesia kini semakin banyak diperhatikan oleh para pelaku usaha ataupun para manajer dalam suatu organisasi. Hal ini merupakan hal yang positif karena mengindikasikan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya sistem manajemen kesehatan dan keselamatan Kerja (SMK3). Hal ini pun akan semakin melind…

Training ISO / TS 16949

ISO / TS 16949 merupakan Technical Specification yang ditetapkan oleh badan ISO sebagai standar sistem manajemen mutu untuk industri otomotif. Dengan mengadopsi standar ini, maka para produsen otomotif akan semakin sesuai penerapannya dengan ISO 9001 karena sistemnya menjadi semakin Generic atau umum.
Berawal dari kebutuhan untuk memberikan dasar yang sama kepada supplier mengenai sistem mutu dan menghilangkan interpretasi yang terlalu banyak dan kebutuhan untuk mengembangkan model sertifikasi yang dapat digunakan untuk memastikan integritas dari proses sertifikasi yang bersifat ‘world wide’, pada tahun 1995, IATF (International Automotive Task Force) yang merupakan lembaga internasional otomotif yang anggotanya terdiri dari 2 grup besar yaitu industri otomotif dan asosiasi perdagangan bekerjasama dengan ISO / TC 176, mengembangkan suatu standar yang bersifat sektoral di industri otomotif yang kemudian diberi nama ISO / TS 16949. ISO / TS 16949 merupakan pengembangan dari QS - 9000, I…

Training ISO 27001

ISO 27001 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kemanan Informasi (SMKI). Sebelumnya, sebagian besar diangkat berdasarkan BS 7799 yang umum digunakan sejak tahun 1995 dalam pengelolaan keamanan informasi.
ISO 27001 menyediakan kerangka kerja untuk netralitas penggunaan teknologi, netralitas sistem manajemen pengelolaan rekanan yang memungkinkan suatu organisasi memastikan bahwa pengukuran keamanan informasi adalah efektif. Hal ini termasuk kemampuan mengakses data secara berkelanjutan, adanya kerahasiaan dan integritas atas informasi yang dimilikinya dan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan demikian pula dengan kesesuaian hukum.
Penerapan ISO 27001 mengedepankan security awareness dan merupakan jawaban atas persyaratan hukum dan kemungkinan besar ancaman keamanan seperti:Perusakan / terorismeKebakaranKesalahan penggunaanPencurianSerangan yang diakibatkan oleh virus
ISO 27001 disusun untuk memudahkan dan saling melengkapi dengan standar sistem manajemen lainnya s…