Langsung ke konten utama

Training 5S

training 5S

Lingkungan kerja yang rapi, terorganisasi dengan baik akan menghasilkan ritme Kerja yang efisien, cepat dan tepat sehingga akan berdampak pada Produktivitas yang tinggi dan Mutu yang Stabil sesuai dengan keinginan pelanggan (Customer Satisfaction).

Bagaimana cara untuk mendapatkan lingkungan kerja tersebut? 


Jika kita mencoba membersihkan dan menata salah satu ruangan, mungkin bingung harus mulai dari mana dan apa yang pertama kali harus kita kerjakan. Apalagi jika banyak barang yang rusak dan tergeletak dan tidak tahu kapan akan diperbaiki. Hal ini tidak mudah. 5S memberi jawaban untuk kita, karena 5S merupakan teknik penanganan yang tepat untuk rumah, pabrik dan dimana saja. 5S berpengaruh langsung terhadap produktivitas.

5S adalah metode pengorganisasian lingkungan tempat kerja sehingga lingkungan kerja dapat menjadi suatu lingkungan yang tertata rapi, terstruktur dan tervisualisasi dengan baik. 5s adalah singkatan dari Seiri – Seiton – Seiso – Seikutse – Shitsuke yang dapat diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi 5R yaitu Ringkas – Rapi – Resik – Rawat –Rajin.


Dengan 5S, suasana bekerja akan lebih nyaman
Dengan 5S, Productivitas akan naik rata-rata 30% bahkan sampai dengan 60%
Dengan 5S, Break Down mesin bisa di tekan sampai dengan Zero Break Down
Dengan 5S, Defect / Reject ratio akan turun sampai dengan 50%
Dengan 5S, Zero Delay akan tercapai

MENGAPA ANDA PERLU 5S ?

  1. Untuk meningkatkan kinerja keuntungan
  2. Mudah ditemukan dan mudah didapat
  3. Tidak ada yang berlebihan dan ada tempat yang luas
  4. Waste mudah dikenali
  5. Sistem standar mudah dipahami dan terlihat jelas
  6. Tanpa penundaan, tanpa kecelakaan dan tempat yang aman untuk bekerja
  7. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi
  8. Meningkatkan image organisasi

Pokok Bahasan:

  1. Konsep 5S, Definisi dan Sasaran 5S
  2. Mengapa harus 5S
  3. Penerapan 5S di pabrik yang terdiri dari Seiri – Seiton – Seiso – Seiketsu – Shitsuke
  4. Organisasi dan Peran Karyawan dalam penerapan 5S
  5. Langkah-langkah penerapan 5S
  6. Identifikasi area improvement
  7. Alat-Alat bantu dalam penerapan 5S
  8. Bagaimana membuat program dan implementasi dan merawat 5S
  9. Kunci Sukses Penerapan 5S

Dengan telah diterapkannya 5S di dalam lingkungan kerja maka suatu perusahaan akan siap untuk menerapkan program-program peningkatan performance perusahaan lainnya seperti TPM (Total Productive Maintenance), TQM (Total Quality Management) serta JIT (Just In Time).

Sehingga dapat dikatakan 5S adalah Pondasi / Dasar suatu perusahaan untuk menuju World Class Company.

Tag : konsultan iso, iso 9001, jadwal training, konsultan iso 9001, klausul iso 9001, training iso, training hrd, sertifikasi iso, ohsas 18001, training iso 9001, lembaga training di jakarta

Postingan populer dari blog ini

Training OHSAS 18001 Jakarta

OHSAS 18001 merupakan standar internasional yang mengatur tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Training OHSAS 18001 Jakarta menyediakan kerangka bagi efektivitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang - undangan yang diterapkan pada aktivitas-aktivitas pada setiap organisasi atau perusahaan dan mengenali adanya bahaya - bahaya yang mungkin timbul. Standar tersebut dapat diterapkan pada setiap organisasi yang memiliki kemauan untuk menghilangkan atau paling tidak meminimalkan risiko bagi para karyawan dan pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan langsung dengan risiko K3 yang menyertai segala aktivitas yang ada. Training OHSAS 18001 di Indonesia kini semakin banyak diperhatikan oleh para pelaku usaha ataupun para manajer dalam suatu organisasi. Hal ini merupakan hal yang positif karena mengindikasikan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya sistem manajemen kesehatan dan keselamatan Kerja (SMK3). Hal ini pun akan semakin melind…

Training ISO / TS 16949

ISO / TS 16949 merupakan Technical Specification yang ditetapkan oleh badan ISO sebagai standar sistem manajemen mutu untuk industri otomotif. Dengan mengadopsi standar ini, maka para produsen otomotif akan semakin sesuai penerapannya dengan ISO 9001 karena sistemnya menjadi semakin Generic atau umum.
Berawal dari kebutuhan untuk memberikan dasar yang sama kepada supplier mengenai sistem mutu dan menghilangkan interpretasi yang terlalu banyak dan kebutuhan untuk mengembangkan model sertifikasi yang dapat digunakan untuk memastikan integritas dari proses sertifikasi yang bersifat ‘world wide’, pada tahun 1995, IATF (International Automotive Task Force) yang merupakan lembaga internasional otomotif yang anggotanya terdiri dari 2 grup besar yaitu industri otomotif dan asosiasi perdagangan bekerjasama dengan ISO / TC 176, mengembangkan suatu standar yang bersifat sektoral di industri otomotif yang kemudian diberi nama ISO / TS 16949. ISO / TS 16949 merupakan pengembangan dari QS - 9000, I…

Sertifikasi ISO 9001

Pada artikel yang lain, kita telah membahas tentang konsultan ISO 9001, dan training ISO 9001. Agar wawasan kita lebih luas tentang ISO 9001, pada kesempatan yang baik ini kita akan memusatkan perhatian pada sertifikasi ISO 9001. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk memperoleh sertifikasi ISO 9001, perusahaan seringkali membutuhkan dukungan dari partner atau mitra dari pihak luar organisasi. Berkali-kali telah disebutkan bahwa sertifikasi ISO 9001 tidak boleh disepelekan oleh perusahaan, bahkan perusahaan besar sekalipun. Sertifikasi ISO 9001 merupakan bukti tertulis bahwa perusahaan atau organisasi tersebut memiliki sistem manajemen mutu yang baik. Hal ini tentu akan berdampak signifikan pada kepercayaan dari customer atau mitra yang hendak menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut.
ISO 9001:2008 mengatur bagaimana sistem manajemen harus dilakukan oleh suatu organisasi untuk bisa menjamin mutu produknya, baik barang (goods) maupun jasa (service), agar mutu produk tersebut sesuai d…